Sabtu, 08 Oktober 2011

Sesungguhnya, USIA HANYA MENUAKAN BADAN, TAPI BELUM TENTU MENUAKAN JIWA

Hari-hari dalam tahun ini memang bertambah, dengan kecepatan yang tinggi jika kita sibuk bekerja dalam harapan yang positif, tapi merambat lambat jika kita malas dan banyak mengeluh.

Tapi sesungguhnya bukan jumlah tahun yang menjadikan kita tua, tapi JUMLAH HARI YANG KITA HIDUPI TANPA IMPIAN DAN HARAPAN.

ORANG YANG MELUPAKAN IMPIANNYA, AKAN KEHILANGAN ARAH.

Karena, impian adalah penunjuk jalan menuju kerinduan hati.

ORANG YANG MEMATIKAN HARAPANNYA, AKAN KEHILANGAN TENAGA.

Karena, harapan adalah tenaga kehidupan, yang menghubungkan jarak antara satu doa dengan doa berikutnya, yang menjadi jiwa dari pekerjaan kita, dan yang menjadi wewangian dari nafas kasih sayang kita kepada diri, keluarga dan sesama.

Sesungguhnya, USIA HANYA MENUAKAN BADAN, TAPI BELUM TENTU MENUAKAN JIWA.

Karena, orang yang hidup dalam kebaikan, justru lebih remaja jiwanya daripada orang yang separuh usianya, tapi yang kelam rasa hatinya, dan yang melihat dunia dari tempat yang menikmati sikap-sikap buruk.

Sesungguhnya, tugas kita adalah memelihara keremajaan jiwa kita, apa pun usia kita, agar kita membangun kehidupan yang penuh harapan, yang bersemangat, dan yang mempengaruhkan sikap yang positif terhadap kehidupan.

KEHIDUPAN INI INDAH, DAN YANG KEINDAHANNYA DITENTUKAN OLEH KESUNGGUHAN KITA UNTUK MENGINDAHKANNYA.

Sesungguhnya,

Hadiah bagi orang yang mengisi hatinya dengan impian yang indah, dan yang mentenagai pekerjaannya dengan harapan baik bagi kebahagiaan diri dan keluarganya, adalah jiwa yang muda, yang dibahagiakan dalam kehidupan yang bertenaga dan damai.
Hari-hari dalam tahun ini memang bertambah, dengan kecepatan yang tinggi jika kita sibuk bekerja dalam harapan yang positif, tapi merambat lambat jika kita malas dan banyak mengeluh.

Tapi sesungguhnya bukan jumlah tahun yang menjadikan kita tua, tapi JUMLAH HARI YANG KITA HIDUPI TANPA IMPIAN DAN HARAPAN.

ORANG YANG MELUPAKAN IMPIANNYA, AKAN KEHILANGAN ARAH.

Karena, impian adalah penunjuk jalan menuju kerinduan hati.

ORANG YANG MEMATIKAN HARAPANNYA, AKAN KEHILANGAN TENAGA.

Karena, harapan adalah tenaga kehidupan, yang menghubungkan jarak antara satu doa dengan doa berikutnya, yang menjadi jiwa dari pekerjaan kita, dan yang menjadi wewangian dari nafas kasih sayang kita kepada diri, keluarga dan sesama.

Sesungguhnya, USIA HANYA MENUAKAN BADAN, TAPI BELUM TENTU MENUAKAN JIWA.

Karena, orang yang hidup dalam kebaikan, justru lebih remaja jiwanya daripada orang yang separuh usianya, tapi yang kelam rasa hatinya, dan yang melihat dunia dari tempat yang menikmati sikap-sikap buruk.

Sesungguhnya, tugas kita adalah memelihara keremajaan jiwa kita, apa pun usia kita, agar kita membangun kehidupan yang penuh harapan, yang bersemangat, dan yang mempengaruhkan sikap yang positif terhadap kehidupan.

KEHIDUPAN INI INDAH, DAN YANG KEINDAHANNYA DITENTUKAN OLEH KESUNGGUHAN KITA UNTUK MENGINDAHKANNYA.

Sesungguhnya,

Hadiah bagi orang yang mengisi hatinya dengan impian yang indah, dan yang mentenagai pekerjaannya dengan harapan baik bagi kebahagiaan diri dan keluarganya, adalah jiwa yang muda, yang dibahagiakan dalam kehidupan yang bertenaga dan damai.

RASA DICINTAI MENJADIKAN KITA KUAT, DAN RASA MENCINTAI MENJADIKAN KITA BERANI

Rasa dicintai menjadikan kita kuat, dan rasa mencintai menjadikan kita berani.

Rasa dicintai membuat kita ikhlas menggunakan apa pun kemampuan yang ada pada diri kita, untuk menjadi sebaik yang diharapkan oleh mereka yang mencintai kita.

Dan rasa mencintai membuat kita berfokus pada yang bisa kita lakukan, dan bukan kepada halangan mental yang membatasi keberanian.

Maka, pastikanlah orang yang Anda cintai, anak-anak Anda – mengetahui kedalaman kasih sayang Anda kepada mereka, agar mereka menjadi pribadi mandiri yang menghebatkan diri mereka.

Teladankanlah perilaku penuh kasih kepada mereka, agar mereka menjadi pribadi yang penyayang, agar mereka dikuatkan oleh cinta dari keluarga dan diberanikan oleh cinta mereka kepada keluarga.

Rasa dicintai menjadikan kita kuat, dan rasa mencintai menjadikan kita berani.

Dan kekuatan dalam kehidupan ini sudah lama tidak lagi berarti kekuatan otot, tetapi adalah kekuatan hati untuk tetap bertahan dalam kesulitan, untuk tetap bersabar dalam menanti hasil dari kejujuran dan kerja keras kita.

Dan berani telah juga meluas artinya, yang sekarang bukan lagi keberanian untuk mati, tetapi terutama adalah keberanian untuk hidup dengan sepenuhnya.

Dan cinta kita kepada Tuhan, kepada diri, kepada kehidupan, dan kepada jiwa-jiwa baik yang berada dalam kehidupan kita adalah motivasi yang menjadikan kita seindah-indahnya jiwa yang kuat dan berani.

JANGANLAH ENGKAU PERNAH MENGIRA BAHWA HATIMU RAPUH

Hatimu tidak rapuh, hatimu sangat kuat, dan sesungguhnya hatimu adalah sumber dari segala kekuatanmu.

Jika engkau merasa bahwa hatimu rapuh, itu hanya karena sikapmu yang sedang rapuh.

Ketahuilah bahwa kualitas sikapmu menentukan kualitas dari apa pun yang kau lihat, yang kau dengar, dan yang kau rasa.

Sehingga, apa pun yang kau sikapi dengan baik, akan menerima perhatian yang baik pula dari mu.

Dan yang kau perhatikan akan tumbuh.

Maka yakinilah ini, jika engkau hanya menumbuhkan yang baik, maka akan baiklah hidupmu.

Jika engkau juga membiarkan keburukan tumbuh di samping kebaikanmu, maka hari-harimu akan gelisah tak sabaran karena ketidak-seimbangan di dalam dirimu, dan malam-malammu gelisah tanpa tidur karena ketidak-tenangan hatimu yang merasa bersalah.

Sesungguhnya, keaslian jiwamu itu kuat, sangat kuat.

Dan yang kekuatannya akan membesar jika engkau setia kepada yang benar.

………..


Sahabat saya yang baik hatinya,

Berdirilah tegak, pasanglah wajah terbaik Anda, teduhkan suara Anda dengan kasih sayang, dan anggunkanlah perilaku Anda dengan kesadaran bahwa Tuhan sedang mengamati keindahan pribadi Anda.

Gembirakanlah keluarga Anda dan mereka yang Anda layani.

Temukanlah kebahagiaan dalam menjadi pribadi yang baik, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Template